Saturday, December 18, 2010

Jupe Ajak 30 Anak Tonton Irfan Bachdim

Jupe mengajak 30 anak-anak nonton semifinal leg kedua Piala AFF, Indonesia kontra Filipina
Julia Perez berencana mengajak 30 anak-anak nonton semifinal leg kedua Piala AFF, Indonesia kontra Filipina. Anak-anak ini merupakan anak didik Jupe di sekolah bola miliknya.

Semifinal leg kedua ini rencananya akan dilaksanakan Minggu besok, di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. "Ini inisiatif saya mengajak mereka," kata Jupe melalui sambungan telepon, Sabtu 18 Desember 2010.

Pasangan pesepakbola Gaston Castano ini mengaku akan datang lebih awal agar anak-anak tidak sampai berebut masuk stadion. Paling tidak, pukul 16.00 rombongan sudah di stadion. "Yang pasti aku mau nonton Irfan (Bachdim)," ujarnya,

Soal tebak skor, Jupe memperkirakan 3:0 untuk Indonesia. "Aku dukung tim Garuda dengan suara kerasku," katanya.

Firman & Irfan Punya Peluang Dimainkan

Dari kedua pemain ini, hanya kondisi Firman yang tidak bagus.
Walau belum dalam kondisi 100 persen bugar, dua pilar timnas senior Firman Utina dan Irfan Bachdim masih mempunyai peluang untuk dimainkan menghadapi Filipina dalam pertandingan leg kedua semi-final Piala AFF 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu [19/12] malam WIB.

Firman masih bergelut dengan cedera lutut, dan mendapat pengawasan dari fisioterapi tim. Sedangkan Irfan menderita cedera pada pangkal pahanya. Irfan merasakan sakit itu saat leg pertama.

Asisten pelatih timnas senior Wolfgang Pikal mengatakan, dari kedua pemain itu, kondisi Firman yang masih belum ada kejelasan. Pikal menyatakan peluang Firman tampil di pertandingan nanti masih fifty-fifty.

Sementara kondisi Irfan sudah semakin membaik. Kebugarannya telah mencapai 80 persen, sehingga peluangnya dimainkan sebagai tandem Cristian Gonzales di barisan depan terbuka lebar.

“Firma dan Irfan masih bermasalah dengan cedera, dan kondisi fisik mereka belum mencapai 100 persen. Tapi tim fisioterapi kami telah bekerja keras. Kami masih mempunyai waktu sebelum pelatih kepala memutuskan siapa saja yang menjadi starter,” ungkap Pikal.

Irfan Bachdim Cuek Digoda ABG saat Latihan

Striker Indonesia Irfan Bachdim dipanggil-panggil seorang ABG perempuan (anak baru gede) dari luar lapangan PSSI saat menjalani latihan, Sabtu (18/12/2010), pagi ini.

Irfan memang mampu membius para ABG dengan wajah gantengnya. "Bachdim, Bachdim, lihat sini dong," kata seorang ABG yang ingin mengambil foto langsung Irfan Bachdim dari luar pagar lapangan.

"Bachdim, Bachdim," teriak anak perempuan yang baru duduk di bangku SMA sambil mempersiapkan ponselnya untuk memotret Irfan Bachdim.

Meskipun panggilan demi panggilan terlontar kepada Irfan Bachdim dari pinggir lapangan yang jaraknya hanya sekitar tiga meter, tetapi Irfan tetap berlatih tanpa menghiraukan panggilan dari para ABG perempuan tersebut.

Irfan Bachdim Cs tetap konsentrasi berlatih umpan-umpan pendek dengan Christian Ghonzales dan kawan-kawan dibawah pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl.

Ratusan orang rela menahan teriknya matahari pagi di balik pagar hanya untuk melihat latihan timnas Merah Putih kali ini baik para ABG maupu orang dewasa.

Thursday, December 16, 2010

Video Gol Gonzales ke Gawang Filipina

Indonesia Menang 1-0 Atas Filipina

Babak pertama leg pertama antara Timnas Indonnesia melawan Filipina berlangsung menarik.Serangan Indonesia yang banyak lewat umpan panjang selalu mampu dipatahkan pemain belakang Filipina yang postur tubuhnya lebih tinggi. Perangkan off side yang dipasang pemain belakang Filipina selalu ampuh menjerat Gonzales dan Irfan Bachdim.

Indonesia mampu unggul 1-0 lewat gol yang diciptakan Christian Gonzales di menit ke 31. Gol yang menghentakkan stadion Gelora Bung Karno ini membangkitkan rasa percaya diri Firman Utina Cs yangsempat kebingungan dengan aksi dua bersaudara Philip dan James Younghusband.Gol tercipta berawal dari umpan panjang Firman dari sisi kiri lapangan. Para pemain belakang dan penjaga gawang Filipina Neil Leonard Dula terkecoh hingga bola terlewati. Tak disangka, Gonzales yang sejak menit awal mendapatkan dua kali peluang emas mampu menggapai bola dengan heading-nya yang mematikan. Bola pun mengalir ke sudut kiri gawang tanpa mampu dihentikan pemain Filipina.

Setelah gol ini tercipta, permainan Indonesia yang sebelumnya kurang meyakinkan menjadi lebih baik. Serangan yang sejak awal terlalu berat di sayap kiri dari M Nasuha dan Okto Maniani pun menjadi lebih hidup.

Pelatih tim Merah Putih memang kelihatan tampak khawatir sebelum terciptanya gol Gonzales. Serangan Indonesia yang banyak lewat umpan panjang selalu mampu dipatahkan pemain belakang Filipina yang postur tubuhnya lebih tinggi. Perangkan off side yang dipasang pemain belakang Filipina selalu ampuh menjerat Gonzales dan Irfan Bachdim.

Namun, menit ke 7 Indonesia sempat memiliki peluang emas lewat Irfan Bachdim tapi tak mampu diselesaikan dengan baik. Firman coba menerobos beberapa menit kemudian tapi salah pengertian dengan Gonzales.

Tak lama berselang, sontekan mendatar Gonzales hampir menjebol gawang lawan. Sayangnya, peluang hasil kerjasama sayap kiri Okto Maniani dan M Nasuha tak membuahkan gol. Tendangan kaki kiri Gonalez mampu dibendung kipper Neil Leonard Dula.

Filipina bukan tanpa serangan. Sepuluh menit awal tim besutan pelatih Simon McMenemy ini sering merepotkan pemain belakang Indonesia. Dua peluang emasnya diperoleh melalui tendangan keras Philip Younghusband dari luar kotak pinalti yang mampu ditahan Markus Haris Maulana.

Menit ke 23 Philip kembali melepaskan tendangan kerasnya dari luar kotak pinalti sisi kiri lapangan. Tendangannya mampu ditepis tipin Markus yang hampir saja tak mampu menggapainya. Tapi, hingga peluit tanda babak pertama berakhir skor tak berubah

Tim Garuda akhirnya memenangi partai semifinal leg perdana 1-0 atas Philipina di Stadion Gelora Bung Karno, Kamis (16/12) malam. Seperti diduga sebelumnya, Indonesia akhirnya harus bersusah payah membobol pertahanan Philipina yang cukup kokoh. Berbagai upaya serangan yang dibangun Firman Utina dan kawan-kawan selalu berhasil dipatahkan pertahanan lawan.

Dukungan sekitar 80 ribu penonton pendukung Garuda, tak menciutkan nyali Philipina yang dperkuat delapan pemain naturalisasi dari Eropa dan Amerika. Mental baja pemain-pemain Philipina bahkan beberapa kali sempat membahayakan gawang Markus Horison. Sebaliknya, sejumlah serangan yang dikomando jenderal lapangan Firman Utina beberapa kali kandas di kaki pertahanan lawan.

Philipina benar-benar bermain tanpa beban. Mereka seperti tak gentar dalam menghadapi pungawa-punggawa tim Nasional Garuda yang sejak menit pertama berupaya mendobrak pertahanan lawan. Justru sebaliknya, pertarungan ketat sempat dipertontonkan kedua tim. Terutama di babak sebelumnya. Indonesia yang masih terus berusaha menekan dan memegang inisiatif penyerangan, diladeni oleh Filipina dengan permainan rapat yang kadang cenderung keras. Serangan silih berganti pun tercatat dilakukan oleh kedua tim.

Bukti ketatnya pertandingan di babak ini, setidaknya adalah dari dua kartu kuning yang didapat oleh pemain timnas Garuda - begitu pula dengan Filipina. Yang pertama adalah untuk Oktovianus Maniani, yang tak lama kemudian juga diberikan kepada Christian 'El Loco' Gonzalez. Kedua-duanya karena menjatuhkan lawan dari arah belakang.

Okto sendiri tak berapa lama kemudian diputuskan untuk disimpan oleh pelatih Alfred Riedl, digantikan oleh Arif Suyono. Sementara tak berapa lama kemudian, giliran pemain depan Irfan Bachdim yang juga diganti dengan Bambang Pamungkas.

Pada kesempatan itulah kemudian, tak lama, Filipina sempat berhasil membuat peluang emas terbaiknya, ketika sebuah perebutan bola di kotak penalti memancing kiper Markus Haris Maulana maju ke depan. Tendangan melambung ke arah belakang yang dilepaskan pemain Filipina, nyaris saja masuk ke gawang yang ditinggalkan Markus, namun masih bisa disundul keluar oleh Zulkifli Syukur.

Hasil Semifinal Leg pertama Filipina VS Indonesia

Tim nasional Indonesia menang 1-0 atas Filipina pada leg pertama semifinal Piala AFF 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (16/12/2010). Kemenangan Indonesia ditentukan oleh gol Cristian Gonzales pada menit ke-32. Gol bermula dari umpan Firman Utina langsung ke jantung pertahanan Filipina. Gonzales, yang berada di tengah kotak penalti lawan, menanduk bola masuk ke sudut

Jelang Filipina vs Indonesia: Kaus Irfan & Garuda Diburu

Jelang laga pertama semifinal AFF Suzuki Cup 2010 antara Timnas Indonesia dengan Filipina, rupanya semakin mendorong masyarakat berlomba-lomba memburu kaus kebesaran Merah Putih, terutama idola anyar Irfan Bachdim.

Peluang ini pun dimanfaatkan dengan jeli oleh sebuah toko percetakan di daerah Bogor, Jawa Barat. Toko tersebut sengaja membuat sejumlah desain kostum timnas, yang akan menggelar aksinya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Kamis (16/12/2010) malam nanti.

Selain desain kaus berlambang Garuda yang kini tengah menjadi polemik, kaus striker berdarah Indo-Belanda juga menjadi favorit. Semuanya didesain sesuai dengan tren kebutuhan para suporter.

"Kami sengaja tidak memperbanyak karena terbatasnya musim kompetisi (AFF) ini," ujar desainer kaus Bagus Karyadi.

"Tapi kalau pembeli masih mencari, kami siap membuat dengan jumlah banyak," jelasnya, seraya menambahkan percetakan tersebut juga menerapkan sistem layan antar.

Ya, sebagian besar pembeli biasanya memesan melalui situs belanja www.sablon.com, mengingat kaus berdesain Irfan Bachdim dan Garuda tidak dijual langsung ke pasaran. Namun, tidak sedikit juga pembeli yang datang untuk membeli langsung ke percetakan, demi memburu kaus berharga Rp70 ribu tersebut.

Selain itu, berbagai aksesoris timnas juga diproduksi percetakan, dengan konsep desain yang sama berupa gambar striker bernomor punggung 17 dan burung Garuda.