Tuesday, January 4, 2011

Alasan Irfan Tetap di Persema

Striker Persema Malang, Irfan Bachdim, memastikan akan tetap membela klub tersebut meski berisiko dipecat dari tim nasional Indonesia. Semua itu dilakukan karena kecintaan Irfan terhadap publik pencinta sepak bola di "Kota Apel" tersebut.

Keputusan Irfan untuk tetap membela "Laskar Ken Arok" itu sekaligus memastikan bahwa ia akan berlaga pada kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI). Oleh PSSI selaku otoritas sepak bola Tanah Air, liga tersebut dianggap kompetisi ilegal sehingga pemain yang terlibat di dalamnya tidak diperkenankan untuk membela timnas.

Irfan menegaskan, ia tidak mau terpengaruh dengan politik sepak bola di Indonesia. Sebagai pemain profesional, ia ingin bermain seprofesional mungkin dalam tim. Ia juga tidak khawatir dikeluarkan dari timnas jika alasannya tetap membela Persema.

"Karierku dimulai di Malang. Tim dan orang-orang Malang memperlakukanku dengan baik. Jadi, aku tetap main dengan Persema. Aku percaya kalau main bagus tetap akan dipanggil timnas," kata Irfan dalam jumpa pers di Malang, Jawa Timur, Selasa (4/1/2011).

Selain Irfan, pemain lain yang juga terancam tak masuk timnas adalah Kim Jefrey Kurniawan. Kim yang pernah membela FC Heidelsheim di Jerman juga terikat kontrak dengan Persema selama tiga musim.
Source: Kompas

Siasat PSSI Memanggil Irfan Bachdim

Badan Tim Nasional PSSI membantah bahwa pemanggilan Irfan Bachdim dalam seleksi tim nasional merupakan langkah akal-akalan agar pemain tersebut tidak bermain di Liga Primer Indonesia.

Sore ini Badan Tim Nasional Indonesia (BTN) memanggil 84 nama pemain untuk mengikuti seleksi timnas yang dilakukan dalam tiga gelombang, yakni pada 6, 10, dan 14 Januari 2011. Irfan dan Kim Jeffrey Kurniawan, yang memutuskan tetap membela Persema Malang di Liga Primer Indonesia (LPI), mengikuti seleksi pertama yang terdiri dari 33 pemain pada Kamis (6/1/2011) di Jakarta.

Selain kedua pemain itu, sejumlah pemain klub LPI juga ikut dalam seleksi. Di antaranya adalah Lucky Wahyu dan Andik Firmansyah dari Persebaya Surabaya, Novan Setyo Songko (Persibo Bojonegoro), serta Fandy Edy, Dajusman Trisadi dan Rachmat (PSM Makassar). Mereka semua mengikuti seleksi pertama sehingga terancam tidak bisa membela klub karena LPI akan bergulir pada Sabtu (8/1/2011). Seleksi tersebut direncanakan mulai bergulir pada 7 hingga 9 Januari.

"Mereka dipanggil karena LPI belum bergulir. Kompetisi itu juga belum teralisisasi," kata Deputi Teknis BTN, Iman Arif, saat dihubungi sejumlah wartawan, Selasa (4/1/2011).

Iman membantah jika dikatakan keputusan itu merupakan akal-akalan PSSI agar pemain tersebut tidak tampil di LPI. "Tidak. Itu sesuai program timnas selama ini. Saya berharap mereka bisa datang seleksi. Kalau mereka enggak datang, pasti akan dicoret. Nantinya, pemain yang lolos seleksi akan mengikuti pelatnas jangka panjang sehingga tidak diperkenankan membela klubnya. Gaji mereka ditanggung BTN," jelas Iman.

Ketiga seleksi tersebut dilakukan untuk membentuk tim yang dipersiapkan menghadapi Pra-Olimpiade 2012 dan SEA Games 2011.
Source:Kompas

PSSI Menggertak Irfan ?

Manajer Persebaya Surabaya versi Liga Primer Indonesia (LPI), Saleh Ismail Mukadar, sepertinya sudah sangat memahami karakter petinggi PSSI. Saleh menilai PSSI hanya gertak sambal ketika mengancam akan mempermasalahkan setiap pemain dan pengurus klub sepak bola yang ikut LPI.

Saleh yakin ancaman PSSI tidak akan terbukti. Termasuk juga ancaman PSSI yang akan mencoret striker Irfan Bachdim dari skuat timnas Indonesia karena memilih bertahan bersama Persema Malang yang keluar dari Liga Super Indonesia untuk pindah ke LPI.

“Pola pikir PSSI bikin tertawa. Mereka hanya menggertak tanpa punya pegangan aturan,'' kata Saleh. ''Mereka hanya tak ingin pendapatannya dari hasil kompetisi yang selama ini dinikmati sendiri berkurang atau hilang.”

Deputi Bidang Teknis Badan Tim Nasional (BTN), Iman Arif, sebelumnya memilih sikap menunggu perkembangan dan tetap mengundang kehadiran Irfan Bachdim dan Kim Jeffrey Kurniawan saat pemusatan latihan timnas Indonesia U-23 Pra-Olimpiade 2012 dan SEA Games 2011. Itu berarti pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl, tetap memanggil keduanya masuk timnas meski ada ancaman dari PSSI.

Monday, January 3, 2011

Happy new year 2011!!


Tak terasa putaran waktu membawa saya meninggalkan 2010 yang penuh

perjuangan bersama skripsi. Tahun penuh depresi dan suka tentunya.

Sepertinya baru kemarin sahabat saya meninggalkan dunia dan hari ini tepat satu
tahun ia pergi.

Rasanya baru minggu lalu saya menapaki tanah tertinggi di Pulau Jawa.

Ah..waktu bergulir dengan deras, sederas sungai Serayu ketika sAya mendatanginya

Lembaran baru siap saya tulis dengan cerita yang lebih berwarna daN lebih menarik tentunya.

Selamat datang tahun pengharapan baru!
resolusi baru dan mungkin usang yang harus tetap saya perjuangkan!

Irfan Bachdim Jadi Korban PSSI

Irfan Bachdim adalah korban dari regulasi yang dibuat PSSI. Karenanya, status pemain harus menjadi pertimbangan tersendiri meski klub yang dibelanya memutuskan pindah dari kompetisi yang dianggap ilegal.

“Irfan bukan pemain amatir. Dia adalah pesepakbola profesional yang memperkuat Persema Malang. Namun, belakangan klub ini memutuskan meninggalkan kompetisi Liga Super Indonesia (ISL) yang berada di bawah aturan PSSI. Dan, itu bukan masalah Irfan, melainkan masalah Persema,” kata CEO Batavia FC, Yon Mouis, menanggapi nasib Irfan Bachdim.

Sebagai pemain profesional, lanjut Yon Moeis, haruskah striker Timnas Indonesia ini mengingkari komitmen yang dibuatnya bersama Persema selama setahun ke depan? Adalah menjadi tidak profesional jika Irfan meninggalkan Persema walau klub ini memutuskan mengikuti Liga Primer Indonesia (LPI), kompetisi yang dibangun pengusaha nasional Arifin Panigoro, yang kemudian dianggap sebagai rivalitas ISL.

Seperti diberitakan, PSSI menyatakan tidak akan memberikan kesempatan kepada pemain yang ikut berkompetisi di LPI masuk dalam tim nasional. Dengan pernytaan itu, nasib Irfan untuk kembali memperkuat tim nasional menjadi terancam.

PSSI memberi solusi. Manajer Timnas Indonesia yang juga Presiden Direktur PT Liga Indonesia, Andi Darussalam Tabusala menyatakan, Irfan kemungkinan pindah klub. Hal itu karena keinginannya tetap membela tim nasional.

Pernyataan Andi Darussalam ditanggapi Manajer tim Persema Asmuri. Menurutnya, Irfan segera bergabung bersama Persema seusai memperkuat timnas. Jika pun dia memilih hengkang sebelum kontraknya berakhir, dia harus membayar dua kali lipat dari nilai kontraknya.

Dukungan terhadap Irfan tidak saja dari datang dari publik sepakbola. Pemerintah melalui Menegpora Andi Alifian Mallarangeng menegaskan, siapa pun anak bangsa yang terbaik berhak memperkuat tim nasional darimana pun asalnya. “Saya justru berterimakasih kepada siapa saja yang membuat banyak kompetisi di Tanah Air ini, termasuk Pak Arifin Panigoro dengan LPI-nya,” kata dia.
source:Pos Kota

PSSI Akan Tentukan Nasib Irfan Bachdim Minggu Ini

Minggu ini atau paling lambat tanggal 6 januari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia akan menggelar rapat soal Irfan Bachdim, pemain tim nasional, yang bergabung ke Persatuan Sepakbola Indonesia Malang (Persema) Malang, salah satu klub yang bergabung ke Liga Primer Indonesia (LPI).

"Untuk masalah pemain-pemain Timnas yang bergabung ke LPI karena klubnya yang ikut. Kita belum merumuskan apa langkah yang akan diambil PSSI," ujar Wakil Ketua Komisi Disiplin PSSI Syarifudin Sudding kepada INILAH.COM, Jakarta, Senin (3/1/2011).

"Mengenai pemain timnas di LPI baru akan dirumuskan, kita akan rapat (pekan ini)" tambah Suding, politisi Hanura.

Suding menegaskan, sesuai Undang-undang Republik Indonesia nomor 3 tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional, PSSI adalah organisasi yang menangani sepakbola di Tanah Air. Liga yang diakui oleh PSSI adalah Liga Super Indonesia (ISL), sedangkan LPI tidak.

Sebagaimana diberitakan, sepakbola Indonesia kembali menghadirkan drama baru seputar dua turnamen, Liga Super Indonesia dan Liga Primer Indonesia yang dijadwalkan mulai bergulir Februari tahun ini.

Keputusan Persema Malang memilih hengkang ke LPI menghadirkan masalah baru. Pasalnya, dalam tim asal Jawa Timur itu tercantum nama Irfan Bachdim dan Kim Kurniawan yang bertekad membela panji Merah Putih di ajang internasional.

Namun keinginan dua pemain yang baru saja dinaturalisasi itu agaknya mulai terancam, karena PSSI sempat mengutarakan akan mencoret pemain timnas Indonesia yang berkiprah di ajang LPI.

Karena itu, hingga kini kepastian keikutsertaan Irfan Bachdim dan Kim Kurniawan di U-23 timnas Indonesia masih menjadi tanya besar yang harus segera dijawab pihak PSSI dan perlu segera ditengahi Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng.
source: Inilah.com

Persema: Tak benar Irfan Bachdim ke Persib

Baru saja beredar kabar yang menyebut Irfan Bachdim sedang merapat ke Persib Bandung. Rumor itu kemudian dibantah langsung oleh klub pemilik Irfan, Persema Malang.

Nasib Irfan saat ini memang tengah tak jelas terkait keputusan Persema keluar dari Indonesian Super League (ISL) dan bergabung dengan LPI. PSSI sebelumnya sudah menegaskan akan memberi sanksi pada klub beserta pemainnya jika ada yang pindah ke kompetisi baru tersebut.

Kemudian terjadilah intrik di mana Irfan yang kini masih berstatus pemain Persema terancam tak bisa memperkuat lagi 'Merah Putih', karena PSSI sudah melarang pemain yang ikut serta di LPI untuk dipanggil ke timnas. Hal inilah kemudian yang jadi perdebatan banyak pihak hingga sekarang.

Maka rumor Irfan akan merapat ke klub ISL untuk menyelamatkan karirnya di timnas pun berkembang. Mulai dari Pelita Jaya, Arema Malang dan kini giliran Persib yang mengklaim sudah mendapat tanda tangan pemain blasteran Belanda itu.

Lalu apa kata pihak Persema sendiri mengenai rumor ini? Laskar Ken Arok sendiri justru mengaku tak tahu menahu soal isu itu dan saat ini mereka tengah menunggu kepastian dari Irfan, apakah tetap akan membela Persema atau tidak.

"Kalau setau saya belum tuh mas, nanti saja saya kasih tahu kalau Irfan sudah teken kontrak. Saya sekarang lagi nunggu Irfan dan keluarganya datang untuk membicarakan hal ini," ucap Manajer Persema, Asmuri, kepada detiksport lewat sambungan telepon, Senin (13/1/2010) siang WIB.

"Kalau belum pasti, saya tidak mau memberitahu lebih lanjut lagi. Kan tidak enak dibaca orang. Nanti kalau sudah pasti Irfan teken kontrak, saya akan undang kalian (pers) untuk jumpa pers," sambung Asmuri ketika dimintai ketegasannya soal status Irfan saat ini.

Beberapa hari lalu Irfan sendiri melalui akun twitternya @IrfanBachdim10, sudah menyerahkan sepenuhnya soal peluangnya bermain di timnas kepada PSSI. Namun satu hal yang pasti Irfan tetap akan berkompetisi di Indonesia. Kemudian beredar kabar dari pelatih Persema Timo Scheunemann jika pemain berusia 22 tahun itu sudah diintimidasi oleh PSSI.

Sementara itu nanti malam rencananya PSSI beserta jajaran pengurusnya akan mengundang 15 klub ISL tersisa untuk mengadakan konsolidasi mengenai perjalanan kompetisi musim ini. Bagaimana kelanjutan nasib Irfan? Kita tunggu saja
source: Detiksport