Saturday, January 8, 2011

Irfan Bachdim Cetak 2 Gol: Persema Kalahkan Solo FC 5-1


Persema Malang tampil gemilang di partai perdana Liga Primer Indonesia (LPI) saat bertandang di kandang Solo FC, Stadion Manahan Solo, Sabtu (8/1/2011). Irfan Bachdim dkk dengan mudah menekuk tuan rumah 5-1.

Irfan Bachdim langsung menunjukkan kecakapannya di lini depan. Dia mengemas dua gol pada menit ke-26 dan 39. Sebelumnya, Jaya Teguh Angga membuka keunggulan Persema. Memasuki babak kedua, Robi Gaspar membawa Persema Unggul 4-0.

Persema tak terbendung dan M Khamri menambah keunggulan Persema menjadi 5-0. Satu-satunya gol hiburan Solo FC dicetak Yunet Hardianto pada menit ke-77

Pembukaan LPI Bercita-rasa Indonesia

Suasana Stadion Manahan, Sabtu (8/1/2011) sore, seketika begitu meriah dengan lantunan lagu-lagu dan tarian-tarian daerah. Puluhan ribu penonton yang hadir di stadion pun larut dibuatnya.

Hal itu merupakan bagian dari seremoni pembukaan Liga Primer Indonesia (LPI). Seremoni ini menampilkan kebudayaan lokal, seperti topeng ireng, modern art, karnaval batik, dan defile Pasukan Keraton Surakarta. Para penari tampil menghibur penonton dengan diiringi lagu-lagu daerah. Seremoni tersebut berlangsung tidak kurang dari 30 menit.

Dilepaskannya ratusan balon berwarna merah putih menandakan LPI resmi bergulir. Pertandingan antara Solo FC dan Persema Malang kemudian digelar setelah Ketua Pengcab PSSI Surakarta FX Hadi Rudyatmo melakukan tendangan pertama.source Kompas

Irfan disambut Meriah pada Pembukaan Liga Primer Indonesia di Solo

Penyerang Persema Malang Irfan Bachdim menjadi sorotan ribuan penonton pertandingan Liga Primer Indonesia (LPI) di Stadion Manahan Solo, Sabtu (8/1). Sejak bus yang membawa rombongan tim Persema memasuki areal stadion, ribuan penonton yang masih berada di luar stadion meneriaki nama Irfan.

Irfan hingga kini tetap menjadi magnit yang begitu kuat di kalangan masyarakat, terutama kaum hawa dan anak-anak selepas laganya di ajang Piala AFF 2010 Desember 2010 lalu.

Bus yang ditumpangi Irfan sempat kesulitan medekati stadion yang sejak siang sudah dikepung oleh warga. Penonton tak hanya berasal dan Kota Solo dan sekitarnya, tapi juga berasal dari Jawa Tengah. Ribuan suporter Persema juga menyambangi Solo.

Dua jam sebelum upacara pembukaan, ribuan penonton juga sudah memenuhi bangku stadion yang berkapasitas lebih 25 ribu orang.

Begitu tim tamu memasuki lapangan, para penonton yang mayoritas pendukung Solo FC menyambut hangat dengan memberi tepuk tangan dan juga sorakan memanggil nama Irfan

Wednesday, January 5, 2011

Irfan Dinilai Sebagai Seorang Pemberani

Klub sepakbola PSM Makassar kagum dengan keputusan Irfan Bachdim yang tetap komitmen berlaga di Liga Primer Indonesia (LPI), meski sempat mendapat ancaman dari PSSI tak bisa memperkuat tim nasional (timnas) sepakbola Indonesia.

"Posisi Irfan, yang kini jadi bintang, setelah penampilannya membela timnas lalu, ternyata tidak membuatnya ragu berlaga di LPI. Kita salut dengan loyalitas yang ditunjukkannya bagi Persema Malang," jelasnya.

Menurut dia, keputusan Irfan yang tidak keberatan berlaga di LPI juga memiliki arti yang sangat penting bagi tim PSM. Keputusan itu, menurut dia, akan membuat pemain PSM lebih tenang menghadapi kompetisi LPI.

Terlebih lagi setelah Irfan, yang ibunya warga Belanda, tetap masuk daftar 84 pemain yang dipanggil Badan Tim Nasional (BTN) untuk dipersiapkan menghadapi SEA Games 2011 dan Pra Olimpiade 2012.

Ia menilai, pencetak dua gol pada Piala AFF 2010 memang memiliki kemampuan dan talenta yang baik sehingga layak memperkuat timnas sepakbola Indonesia, dan artinya kesempatan membela timnas tidak perlu melihat dari kompetisi mana pesepakbola berasal, karena yang penting bagaimana kualitasnya di lapangan. "Saya kira reaksi masyarakat akan lebih besar jika ternyata pemain yang berlatenta dilarang membela timnas hanya karena berlaga dikompetisi berbeda," ujarnya.

Sementara itu, PSM juga menyayangkan sikap beberapa pemain yang akhirnya memilih mundur dari PSM karena takut masa depannya tidak terjamin. "Namun, kita tetap menghargai semua keputusan pemain sehingga tidak ada alasan untuk memaksanya bertahan," ujar Suparno.
Source:Republika

Tuesday, January 4, 2011

Jeniffer kiss Irfan Bachdim : It's hard to be a perfect idol

Irfan Bachdim re-form the trending topic on Twitter after yesterday irfan be trending topic after the game looks beautiful in AFF Cup 2010 will match but this time not because good football game, but Irfan bachdim became the talk of twitter for outstanding photos jeniffer kiss irfan bachdim and Jasmin kurniawan which is a girlfriend of irfan
Dutch player of Indonesian descent who was born on August 11, 1988 this has now become a new idol among teenagers, especially teenage girls in Indonesia because of the ability to play ball and a handsome face. Due to the circulation of photographs kiss irfan bachdim and jeniffer Jasmin kurninawan Irfan confessed the number of fans disappointed to see it. "This is very annoyed to see it" wrote a Twitter user named Winda Gusti Ayu.

"Info that sad,"writes another Twitter account owner, Fitria_Nadleen. Naturally, the article, Irfan now being digila-gilai and most fans could be disappointed after knowing Irfan establish love with Jennifer, a German lingerie model

Here is a photo kissing Irfan bachdim and Jennifer Jasmin kurniawan the boyfriend who mebuat irfan so many fans are disappointed because his idol already have a boyfriend and now there is even a photo intimate with jeniffer irfan

Menpora: Irfan Bachdim Tetap Memperkuat Timnas

Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Andi Mallarangeng menjamin Irfan Bachdim tetap memperkuat Tim Nasional Indonesia. Menurut Menpora, Irfan akan tetap membela Timnas dalam SEA Games 2011 yang bermaterikan pemain berusia di bawah 23 tahun.

Hal itu dikatakan Menpora dalam acara Pemaparan Program Prioritas Kementerian/Lembaga di bawah Koordinasi Menko Kesra di Kantor Kemenko Kesra, Jakarta, Selasa (4/1).

Pernyataan Menpora tersebut menyusul wacana PSSI yang akan memberi sanksi kepada Irfan jika tetap merumput di Persema Malang yang bekompetisi di Liga Primer Indonesia (LPI). Namun Menpora tidak merinci bagaimana nasib pemain berdarah Belanda itu jika dirinya benar-benar disanksi.

"Saya rasa pernyataan saya sudah jelas, Bachdim masih bisa memperkuat tim nasional," katanya. Andi menegaskan sepak bola tak mengandung unsur perseturuan ras, agama, partai politik, atau golongan apa pun.

Menurutnya, semua warga Indonesia berhak mengenakan kostum dengan lambang Garuda di dada. Ia pun menambahkan sepak bola tak mengenal diskriminasi klub bagi siapapun.

Sebelumnya, nama Irfan Bachdim terancam dicoret dari Tim Nasional karena berkompetisi di bawah Persema Malang yang menjadi peserta Liga Primer Indonesia (LPI).

Persema sebelumnya bermain di Liga Super Indonesia (LSI) asuhan PSSI. Namun, Persema mengundurkan diri dan bergabung dengan LPI. Kompetisi LPI akan dimulai pada 8 Januari 2011
Source: Metrotv

Irfan dan Kim Dipanggil Seleksi Timnas

Badan Tim Nasional PSSI tetap memanggil Irfan Bachdim dan Kim Jeffrey Kurniawan dan 82 pemain lain untuk seleksi tim nasional U-23 di Jakarta. Sejumlah pemain yang akan mengikuti Liga Primer Indonesia juga ikut dipanggil.

Dalam daftar yang dikeluarkan Badan Tim Nasional (BTN), Selasa (4/1/2011) sore, Irfan dan Kim masuk untuk mengikuti seleksi pertama yang terdiri dari 33 pemain. Seleksi pertama ini akan berlangsung pada Kamis (6/1/2011) di Jakarta. Pemain lain akan diseleksi dalam dua gelombang selanjutnya, yakni pada Senin (10/1/2011) dan Jumat (14/1/2011).

Dalam tiga gelombang seleksi itu, sejumlah pemain klub LPI juga ikut dalam seleksi, di antaranya adalah Lucky Wahyu dan Andik Firmansyah dari Persebaya Surabaya, Novan Setyo Songko (Persibo Bojonegoro), serta Fandy Edy, Dajusman Trisadi, dan Rachmat (PSM Makassar). Mereka semua mengikuti seleksi pertama.

Pada daftar pemain untuk seleksi pertama ini, Irfan termasuk salah satu dari empat pemain yang boleh mengikuti latihan tanpa mengikuti seleksi. Demikian pula dengan Johann Juanshyah (Persijap Jepara) dari daftar seleksi ketiga. Adapun Kim yang baru bergabung dengan timnas pada akhir Desember 2010 tetap harus mengikuti seleksi bersama pemain-pemain lain.

Ketiga seleksi ini dilakukan untuk membentuk tim yang dipersiapkan menghadapi Pra-Olimpiade 2012 dan SEA Games 2011. Irfan dan Kim sebelumnya terancam bakal dicoret dari timnas karena klub mereka, Persema Malang, memutuskan keluar dari Liga Super Indonesia dan masuk LPI. Demikian pula dengan sejumlah pemain yang membela klub dalam LPI, seperti Persebaya, Persibo, dan PSM.
Berikut adalah daftar lengkap pemain yang dipanggil seleksi sebagaimana dikutip dari situs web

Seleksi I (6 Januari 2011):
1. Choirun Nasrin (Persela Lamongan)
2. Arditani Ardhiyasa (Persija Jakarta)
3. Seftia Hadi (PSPS Pekanbaru)
4. Andri Ibo (Persidafon)
5. Safri Umri (Persiraja Aceh)
6. Abdul Hamid Mony (Persiba Balikpapan)
7. Wirya Kusmandra (Persija Jakarta)
8. Hendro Siswanto (Persela Lamongan)
9. Johan Manadji (Persiba Bantul)
10. Lifki Suteja (Persija Jakarta)
11. Nasution Karubaba (Perseman Manokwari)
12. Ramdani Lestaluhu (Persija Jakarta)
13. Sigit Hermawan (Persija Jakarta)
14. Fred Ferdinando Mote (Persiwa Wamena)
15. Athur Itawan (Preston North End)
16. Fahrizal Dila (Persiraja Aceh)
17. Aris Alfiansyah (Persela Lamongan)
18. Harmoko (Persekam Metro)
19. Zisva Siswanto Marco (Perseman Manokwari)
20. Alan Athur Arrongear (Persiwa Wamena)
21. Lucky Wahyu P (Persebaya Surabaya)
22. Andik Firmansyah (Persebaya Surabaya)
23. Novan Setyo Songko (Persibo Bojonegoro)
24. Fandy Edy (PSM Makassar)
25. Dajusman Trisadi (PSM Makassar)
26. Rachmat (PSM Makassar)
27. Kim Kurniawan (Persema Malang)
28. Reza Mustofa Ardiansya (Persema Malang)
29. Joko Ribowo (Persema Malang)
30. Irfan Bachdim * (Persema Malang)
31. Kurnia Mega * (Arema Indonesia)
32. Yongky Aribowo * (Arema Indonesia)
33. Okto Maniani * (Sriwijaya FC)
Ket *: Pemain langsung mengikuti TC tanpa mengikuti seleksi

Seleksi II (10 Januari 2011):
1. Aji Saka (Arema Indonesia)
2. Johan Angga Kusuma (Persijap Jepara)
3. Mohamad Ridwan (Persita Tangerang)
4. Cecep Supandi (Saint Prima Bandung)
5. Gunawan Dwi Cahayo (Sriwijaya FC)
6. Rachmat Latif (Sriwijaya FC)
7. Barkah Crustianto (Persijap Jepara)
8. Marco M.Kabiay (Persipura)
9. Achmat Farisi (Arema Indonesia)
10. Rendi Saputra (Ex.Persib)
11. Burhanudin Nihe (Persigo Gorontalo)
12. Risman Maidulla (Pro Titan)
13. Jacky Arisani (Sriwijaya FC)
14. Munadi (Persib Bandung)
15. Engelberth Sani (Pelita Jaya)
16. Ferdi Mofu (Semen Padang)
17. Dendi Santoso (Arema Indonesia)
18. David Lali (Persipura)
19. Joko Sasongko (Pelita Jaya)
20. Egi Megiansyah (Pelita Jaya)
21. Yoga Eka Firmansyah (Bontang FC)
22. Johann Yoga (Persib Bandung)
23. Risky Novriansyah (Persijap Jepara)
24. Sunarto (Arema Indonesia)
25. Lukas Wellem Manowen (Persipura)
26. Titus Bonai (Persipura)
27 Rishadi Fauzi (Persita Tangerang)

Seleksi III (14 Januari 2011):
1. Ali Barkah (Pelita Jaya)
2. Dicky Jamalis (Semen Padang)
3. Rifki Deython Mokodompit (Persita Tangerang)
4. Abdul Rachman (Pelita Jaya)
5. Joko Sidik Fitra Yono (Bontang FC)
6. Marcelino A Mandagi (Bontang FC)
7. Irfan Raditya (Arema Indonesia)
8. AA Wahyu Trisayaya (Persija Jakarta)
9. Windu Hangoro Putra (PSPS Pekanbaru)
10. Herry Susilo (PSIS Semarang)
11. Rama Pratama (Pro Titan)
12. Zainal Abidin (Persela Lamongan)
13. Hasim Kipau (Persija Jakarta)
14. M Fauzan Djamal (Semen Padang)
15. Iman Suprapto (Sriwijaya FC)
16. Elvis Nelson Anes (Persija Jakarta)
17. Mahadirga Lasut (Sriwijaya FC)
18. Immanuel Wanggai (Persipura Jayapura)
19. Zulham Zumrud (Persela Lamongan)
20. Stevie Bonsapia (Persipura Jayapura)
21. Jajang Mulyana (Pelita Jaya)
22.Ferdinand Sinaga (Persiwa Wamena)
23.Gerry Setia Nugraha (Pelita Jaya)
24.Johann Juanshyah * (Persijap Jepara)

Source : Kompas.com